Halaman Login



Foto Galeri

Download

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini132
mod_vvisit_counterKemarin142
mod_vvisit_counterMinggu Ini1249
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1299
mod_vvisit_counterBulan Ini451
mod_vvisit_counterBulan Lalu6187
mod_vvisit_counterTotal24734

Hasil Perumusan Lokakarya dan Ekspose EKspedisi Geografi Indonesia Bakosurtanal

  Kata kunci pertemuan hari ini adalah “Tak kenal maka tak sayang”, seperti yang tersurat ...

EKSPOSE 5 TAHUN EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI) DPD RI - BAKOSURTANAL

      EKSPOSE 5 TAHUN EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI) DPD RI - BAKOSURTANAL ...

WANTED GURU GEOGRAFI

  1 (satu) Orang Guru Geografi di Indonesia · Umur kurang dari 40 Tahun · Jenis kelamin L...

Buku EGI Ngelencer ke Cina

Tim Ekspedisi Geografi Indonesia, Bakosurtanal menjalin komunikasi dengan MICE UI sejak tahun 2005...

Keunikan Karst Gunung Sewu Melalui Gua Tabuhan dan Gua Gong

Karst Gunung Sewu telah dikenal secara internasional. Berbagai ahli geologi, geografi, biologi,...
  • Hasil Perumusan Lokakarya dan Ekspose EKspedisi Geografi Indonesia Bakosurtanal

  • EKSPOSE 5 TAHUN EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI) DPD RI - BAKOSURTANAL

  • WANTED GURU GEOGRAFI

  • Buku EGI Ngelencer ke Cina

  • Kontes Kambing

  • PENERBANGAN DAN LAPANGAN TERBANG DI SURABAYA: RIWAYATMU DULU

  • Keunikan Karst Gunung Sewu Melalui Gua Tabuhan dan Gua Gong

  • LANDMARK PERJUANGAN AREK-AREK SUROBOYO

Selamat Datang di Ekspedisi Geografi Indonesia
Lintasan Perjalanan Awal Ekspedisi Sumbawa
Share
Ditulis oleh fitri   

 

Matahari baru saja terbit saat kami, tim Ekspedisi Geografi Indonesia – Nusa Tenggara Barat (EGI – NTB), bertolak dari Bandara Soekarno – Hatta menuju Bima, Pulau Sumbawa. Karena tidak ada penerbangan langsung ke Bima, Tim EGI – NTB harus transit terlebih dahulu di Denpasar. Setelah kurang lebih transit selama satu jam, tim melanjutkan perjalanan menuju Bima dengan pesawat Merpati MA 60. Langit cerah sepanjang perjalanan menuju Bima membuat kami leluasa mengamati Pulau Lombok – Sumbawa dari keringgian. Dari sisi kiri pesawat tampak gili – gili dan juga Gunung Rinjani dan Danau Segara Anakan.

Menjelang tengah hari rombongan tim EGI – NTB tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima. Bandara ini terletak di tengah-tengah tambak yang diusahakan oleh masyarakat. Dari Bima tim EGI – NTB lansung melanjutkan perjalanan menuju Doropeti. Dalam perjalanan ke Doropeti, kami singgah di Dompu untuk menjemput tim EGI – NTB dari Mataram. Pada kesempatan inilah kami bertemu dengan Bupati Dompu, Drs. Syaifurrahman Salman, SE.

Dari Dompu tim melanjutkan perjalanan menuju Doropeti. Perjalanan menuju Doropeti adalah perjalanan panjang menyusuri tepian Teluk Saleh. Jalan Provinsi yang kami lalui kondisinya sangat bervariasi, namun sebagian besar dalam kondisi rusak. Jalur jalan ini rencananya akan diperbaiki pada tahun 2011. Dengan perbaikan jalur jalan diharapkan akses menuju Doropeti, Calabai, dan wilayah-wilayah lain di sekitar Tambora semakin mudah. Pariwisata Tambora pun semakin terangkat.

Kami juga singgah sejenak di mata air Hobo yang terletak di tepi Teluk Saleh. Mata air ini dahulu termasuk sumber air terbesar di Dompu. Kondisi mata air saat ini menurun debitnya yang salah satunya dipicu oleh aktifitas penambangan yang intensif. Selepas Hobo, pepohonan di kanan-kiri jalan berubah menjadi hamparan rumput luas. Pemandangan ini terus mengiringi kami hingga kami tiba di Doropeti. Hari sudah malam ketika kami tiba di Doropeti yang merupakan pintu gerbang menuju puncak Tambora. (Dan)

 

 
Hasil Perumusan Lokakarya dan Ekspose EKspedisi Geografi Indonesia Bakosurtanal
Share
Ditulis oleh Administrator   

 

  1. Kata kunci pertemuan hari ini adalah “Tak kenal maka tak sayang”, seperti yang tersurat pada apa yang disampaikan oleh Pak Suwahyuono dan Ibu Meutia Hatta, juga tersirat dari penyampaian Pak Bambang Susilo dan Kang Aat Suratien.
  2. Untuk mencapai kata kunci itu berbagai usaha merekam dan mengenali wilayah Indonesia telah dilakukan, diantaranya melalui Ekspedisi Geografi Indonesia oelh Bakosurtanal yang dilaksanakan di tujuh wilayah di Indonesia dalam lima tahun serta dari ekspedisi garis depan Nusantara oleh Wanadri. Hal itu adalah cara yang luar biasa dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan yang nantinya akan memaknai konsep kewilayahan agar terjadi pengelolaan dan pengembangan sumber daya alam secara terarah dan terukur serta pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal tersebut ditekankan kepentingannya dalam pembangunan daerah yang terkoordinasi dan bersinergi dengan pembangunan nasional.
  3. Namun demikian, masih terdapat empat masalah dalam informasi spasial sebagai usaha untuk mengenal tanah air:

- Sistem ketersediaan dan pertukaran

- Mempertemukan antara apa yang diberi dan apa yang tersedia

- Sumber daya manusia penghasil informasi spasial

- Sumber daya manusia pengguna informasi spasial

  1. Kebahagiaan berinteraksi dengan alam dan budaya daerah akan mengawali proses sosialisasi cinta tanah air dan menumbuhkan nasionalisme
  2. Pikiran-pikiran cerdas kita sudah sampai ke masyarakat tetapi bagaimana pendekatan kepada kebersamaan batin kita dengan rakyat Indonesia
  3. “Pok Pek Prak”, apa yang telah diwacanakan sekarang (Pok) silahkan untuk ditindaklanjuti (Pek) dan diimplementasikan (Prak)

 

 
EKSPOSE 5 TAHUN EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI) DPD RI - BAKOSURTANAL
Share
Ditulis oleh Administrator   

 

 

 

EKSPOSE 5 TAHUN

EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI)

DPD RI - BAKOSURTANAL


“Menumbuhkan wawasan kebangsaan melalui kepedulian,

pelestarian sumber daya alam dan budaya Indonesia”


Kamis, 10 Juni 2010

Hall Gedung Nusantara V DPD RI

Komplek Parlemen Senayan Jakarta

 

 

SUSUNAN ACARA

EKSPOSE EKSPEDISI GEOGRAFI INDONESIA (EGI)

BAKOSURTANAL – DPD RI

08.00 – 9.00 : Pendaftaran

09.00 – 9.30 : Pembukaan (Dipandu oleh MC)

· Ekspose : 5 Tahun Pelaksanaan Ekspedisi Geografi Indonesia, oleh Ir. Agus Hermawan Atmadilaga, MSc., Kepala Pusat Survei Sumber Daya Alam Darat – BAKOSURTANAL

· Sambutan oleh Plt. Deputi SDSDA Drs. Suwahyuono, MSc.

· Sambutan oleh Ir. RW. Matindas, Kepala BAKOSURTANAL.

· Sambutan sekaligus pembukaan Ekspose Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) oleh Ir. Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah – DPD RI

· Penyerahan kenang-kenangan (plakat) Kepala BAKOSURTANAL kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI (dan sebaliknya).

· Penyerahan Buku Produk Bakosurtanal dan lainnya oleh Plt. Deputi SDSDA kepada Ketua DPD-RI

09.30 – 09.45 : - Konferensi Pers (Ruang Sumithi III)

· Ir. Irman Gusman, Ketua DPD RI

· Ir. H. Bambang Susilo, MM (Ketua Komite II DPD-RI)

· Ir. Rudolf W. Matindas, MSc (Ka. BAKOSURTANAL)

· Ir. Agus H. Atmadilaga, MSc (Ka. PSSDAD BAKOSURTANAL)

- Coffe Break

09.45 – 12.15 : Talkshow :

· Ir. H. Bambang Susilo, MM

· Ir. Rudolf W. Matindas, MSc

· Prof. Dr. Meutia Hatta.

· Aat Suratien

Moderator : Didi Widiatmoko (Didi Petet)

Ensambel Musik Rakyat / Balada : Iwan Abdurahman (Wanadri –

Bandung)

 

Perumus :

· Dr. Budi Brahmantyo (Dept. Geologi – ITB)

· Dr. Rohman Djaja Ade Hamdani M.Surv.Sc.(BAKOSURTANAL)

 

 

12.15 – 12.30 : Resume dan Rekomendasi (Dr. Rohman Djaja Ade Hamdani M.Surv.Sc)

12.30 – 13.30 : Jamuan Makan Siang

 

 

 
WANTED GURU GEOGRAFI
Share
Ditulis oleh Administrator   

 

1 (satu) Orang Guru Geografi di Indonesia

· Umur kurang dari 40 Tahun

· Jenis kelamin Laki-Laki atau Perempuan sama saja,

· Gaul, Komunikatif, Humoris, Mampu nulis Gaya Populer, Bisa Kabur Dari Kerjaan Selama 7 (Tujuh) Hari

· Terbiasa nomaden, bisa naik gunung, bisa berenang, percaya diri dan mudah bergaul, tidak mata duitan, dll

Barangsiapa eh... maaf ada guru seperti syarat diatas tentu bakal dipilih dan “dihukum” untuk ikut Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) ke provinsi NTB (pulau Lombok dan Sumbawa) dengan presyaratan :

  1. memenangkan menulis naskah ilmiah populer terbaik dibidang budaya mengenai objek di NTB
  2. sajian makalah populer yang dilengkapi sumber pustaka.
  3. naskah ditulis dengan font times new roman dengan ukuran font 12, 1,5 spasi, maksimal 10 halaman kertas A4 sudah termasuk foto dan data penunjang lainnya
  4. Naskah diterima tim EGI paling lambat 30 Juni 2010, melalui email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
  5. Sertakan biodata lengkap berserta foto saat memasukan naskah
  6. Naskah menjadi hak penuh tim EGI BAKOSURTANAL, keputusan pemenang tidak bisa diganggu gugat.

 

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 9